RSS

Monthly Archives: May 2011

Sempurna

ottawaSempurna adalah terjadinya sesuatu dalam keadaan seimbang yang terjadi,ada yang keras dan lembut, gelap dan terang. Hidup itu sempurna, jika ada tawa dan tangis, ada cinta dan benci, ada duka dan tawa; Aku merasa sempurna ketika aku bisa bersyukur dalam keadaan yang tidak aku harapkan. Aku merasa hidupku sempurna ketika masih berani  bermimpi, ketika aku belajar sesuatu yang baru, mengalami kekecewaan, semua itu sempurna adanya.

Pada saat ini aku merasa hidupku sempurna karena Tuhan mengijinkan aku mengalami kesepian ketika berulang tahun berada di negara dengan bahasa yang asing dan perbedaan waktu 11 jam dengan Indonesia, tempat dengan suhunya di bawah 10 derajat dengan tiupan angin yang kencang dan aku bisa merasakan arti kata “dingin”.

Ketika aku memutuskan untuk berangkat menjelang ulang tahun, aku tidak berpikir tentang rasa kesepian ini, tetapi makin dekat tanggal keberangkatan, aku mulai bimbang karena ternyata tidak bisa memakai nomor handphone yang biasa.

Aku biasa dimanjakan dengan banyak ucapan selamat ulang tahun dari teman- temanku, merayakan dengan makan bersama, mendapat mawar kuning, atau kado,  bagiku itu adalah suatu bentuk perhatian dan tanda cinta disertai doa yang tulus untuk kehadiranku di dunia ini, sekarang aku tidak mendapatkan itu semua,dan rasanya sulit untuk dihadapi,  tetapi ini saatnya untuk bertindak dewasa, lepas dari kemelekatan dan pemuasan diri, saatnya untuk berani menghadapi kenyataan bahwa cinta tidak selalu harus ditunjukan lewat sms, bbm atau telpon, ketika aku tidak mendapatkan semua bentuk perhatian yang biasa aku nikmati, aku percaya teman-temanku tetap mencintai dan berdoa untuk kebahagiaanku.

Belajar untuk lebih dewasa, tanpa harus menuntut banyak perhatian, belajar untuk merasakan cinta dalam keheningan, dan belajar untuk bersyukur atas segala keadaan adalah hal yang lebih penting. Pada hari ulang tahun ini, adalah saat yang tepat bagiku untuk menjadi lebih bijaksana dan makin sempurna dengan semua keterbatasanku. Sempurna adalah menjadi lebih manusiawi, ada kemeriahan ada kesepian, hidup ini tidak sempurna ketika aku selau tertawa, aku tidak akan pernah tahu apa artinya bersedih. Hidup ini sempurna ketika ada sinar matahari, dan ada cahaya bulan, dan hidup itu sempurna ketika sesuatu terjadi tidak sesuai dengan harapanku, tidak berjalan seperti biasanya , itu adalah bagian dari kesempurnaan.

Graduation day

Menghadiri wisuda Michael sebagai lulusan Ontario adalah pengalaman yang membanggakan  mengantar ke tahap yang lebih tinggi dalam pendidikan anak-anak adalah impianku, menemani mereka mengejar mimpi dan harapan untuk masa depan yang lebih cerah,  dan aku mensyukuri sebagai buah dari panggilanku sebagai mama.  aku boleh turut berbangga dengan keberhasilan anakku, melangkah menuju kedewasaan dan kematangan pribadi.

Waktu berangkat aku berharap mendapat cuaca yang bersahabat dengan warna langit yang biru, karena ini adalah musim semi. tetapi ternyata sepanjang minggu ini ada hujan, banyak awan  dan angin  bertiup kencang, langit yang mendung, udara yang berkabut, dan amat dingin, tidak sesuai dengan harapanku.

Toronto

Menikmati petualangan menjelajah negara yang asing berdua dengan Michael adalah hal luar biasa, yang bisa dilakukan oleh mummy and son. Menjelajahi kota cantik dan klasik, Toronto, dengan Mike sebagai guide yang hebat, dan tutor yang asik untuk fotografi. Rasanya belum lama aku membimbing tangannya yang kecil masuk ke MRT di Singapura, sekarang giliran dia yang membimbing aku.

Casa Loma

Orang-orang yang ramah, peninggalan sejarah yang cantik, bunga tulip beraneka warna di sepanjang jalan, taman serta pemandangan yang indah yang bisa ditangkap melalui lensa kamera kami, menjadikan trip ini sebagai petualangan yang amat mengasyikan.

High Park

Menikmati High Park dengan bunga sakura yang cantik dan banyak orang tua yang berjalan-jalan bersama teman atau cucunya, dan Mike sampai saat ini masih bersikeras bahwa itu cherry blossom, aku hanya tersenyum, apapun namanya bunga itu, bagiku amat cantik. Melihat ibu-ibu muda berlari turun naik tanjakan sambil mendorong kereta bayi,  atau anak anak yang bermain dengan helai kelopak bunga, oma dan opa saling bercengkrama, di dekat danau dengan bebek berenang, bagiku seperti berada di atmosfir yang lain.

High Park

Perjalanan menuju La basilique Notre Dame de Montreal untuk menghadiri misa hari minggu ditempuh dalam hujan dan angin dengan udara 8 derajat, dan kami hanya bisa tertawa terpingkal ketika payung yang aku gunakan tak kuat menahan angin, Mike bilang “kenapa pakai buatan cina?” akhirnya kami membeli payung di toko souvenir lebih kokoh dan bagus.

Notre dame basilica montreal

Notre dame basilica - sumber : post card

Misa bahasa perancis di gereja megah yang dibangun tahun 1829 menjadi menarik ketika aku hanya bisa menangkap kata amin dan alleluya, membuat aku berpikir, Gereja Katolik ini amat luar biasa, dengan berbagai macam bahasa dan bangsa, pada saat yang sama hampir setiap saat selalu ada perayaan Ekaristi dengan berbagai bahasa, bagaimana ketika kita di surga nanti? Secara verbal pasti tidak akan mengerti, tapi tujuan nya sama yaitu memuji Allah dan mewartakan kasih Tuhan.

Masih banyak tempat yang akan kami jelajahi sebelum kembali ke Indonesia, dalam permenungan ini aku merasa, tidak ada sesuatu apapun dalam hidup aku yang lepas dari lindungan Tuhan, aku merasa Tuhan amat mencintai aku, memberi banyak malaikat di manapun aku berada, memberi banyak kemudahan di setiap kesulitan hidup, di dalam kekecewaanku, dan bagiku anugerah Tuhan seperti sungai yang terus mengalir dalam kehidupanku, melalui sahabat, anak-anak, teman dan bahkan orang-orang yang tidak ku kenal.

Filipi 4: 4-5 masih menjadi bahan refleksiku untuk sepanjang tahun ini,
” Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus”

Setiap kekuatiran itu muncul, sebetulnya itu sudah menguras energiku untuk berbuat yang terbaik. Satu hal yang  aku tanamkan dalam hatiku pada hari istimewa ini adalah berhenti kuatir dan selalu bersyukur, maka semua akan menjadi amat luar biasa.

Berjalan menuju kesempurnaan dan kedewasaan diri adalah hal yang masih harus digumuli dalam hidupku, belajar memeluk penderitaan, berhenti menolak segala sesuatu yang terjadi di luar kehendakku, sepertinya masih merupakan perjuangan dan perjalanan yang panjang. Belajar untuk tegar melangkah dan menghayati panggilanku baik, menjadi sahabat yang baik bagi orang orang yang mengenal dan menyayangi aku dan menjadi saksi kehadiran Tuhan di dunia ini,bukan hal yang mudah. semua perlu perjuangan dan usaha.

Inilah indahnya hari ulang tahun, yaitu saat di mana bisa menjadi titik balik dan awal bagiku untuk memperbaharui niat baik, hari penuh ucapan syukur dan doa, penuh harapan indah dan saat yang baik untuk berbagi berkat, berbagi sukacita dan kebahagiaan bahwa kehadiranku masih berarti bagi banyak orang.

Terimakasih untuk semua orang yang telah hadir dalam hidupku, yang mau menerima aku apa adanya dan masih mau berdoa untuk kebahagiaan dan kesehatanku, kehadiran anda semua membuat hidupku makin sempurna, semoga dengan persahabatan kita, kita akan makin dikuatkan dan makin sempurna menjadi manusia yang seutuhnya. God bless you all….

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on May 18, 2011 in Canada, my spiritual, photography, travel

 

Tags: , ,

Happy Mother’s Day


Rose

“8 May 2011, Happy mother’s day mom, with hug and kiss”

Ucapan manis yang aku terima lewat bbm tepat jam 00.00 WIB, dari Michael, sebagai  ungkapan cinta yang tulus, dan aku mendapat Magnum dan coklat dari Sharen disertai  ucapan  “Happy Mother’s day, I love you Mom”

Mother’s day adalah hari istimewa untuk mama yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidik kita. aku melihat kembali hubungan ku dengan mama. suatu hubungan yang tidak semanis hubunganku dengan anak-anakku.  sejak kecil aku merasa mamaku tidak mencintai aku sebesar cintanya kepada adik laki-laki ku, Aku selalu berusaha melakukan segala sesuatu yang terbaik dan aku ingin sekali mendengar dia mengatakan “mama sayang kamu’, tetapi kata itu tidak pernah aku dengar. semua berjalan biasa dan aku juga sampai hari ini tidak pernah mengatakan “Happy mother’s day” karena memang rasanya bukan kebiasaan kami untuk saling mengungkapkan perasaan.

Bandung 1966

Foto ini diambil ketika aku berulang tahun yang ke 1, mama yang cantik, mama yang sederhana, dengan segala ketulusan hati membesarkan dan mendidik aku. Tuntutan hidup mengharuskan mama untuk berjualan di Pasar, kami hidup sederhana, dengan segala suka dukanya, terutama untuk biaya sekolah, tapi semua dapat dilalui dengan baik.

Seringkali timbul pertengkaran antara aku dan mama, tentang siapa teman-teman dekatku, aku merasa, mama terlalu turut campur, dan mama merasa mama sudah berpengalaman jadi tahu lebih banyak. Hubungan kami menjadi tidak harmonis, aku memilih tidak banyak bercerita tentang apapun.

Bagi aku, mama bukan sosok ideal, bahkan amat tidak ideal. dalam hati aku berniat, kalau aku punya anak kelak. Aku akan menjalin hubungan yang baik dengan mereka, akan selalu ada pernyataan cinta, dan tidak ada rasa prasangka telah diperlakukan sebagai anak emas antara seorang dengan yang lain. Selalu menjadi sahabat bagi anak-anakku, singkatnya semua hal yang aku inginkan dari seorangn mama.   Aku akan menjadi mama yang baik bahkan yang terbaik yang dapat aku lakukan.

Waktu aku kuliah, mama masih berjualan makanan di Pasar, pagi hari aku mampir untuk mengantarkan sesuatu, aku mendengar percakapan seperti ini ” Bu, anak saya sih kuliah di Unpar, anak saya mah pinter.”

” Jurusan apa bu?” tanya pembeli, “Wah… saya sih kurang ngerti, pokoknya jurusannya susah deh.” Aku  terdiam, dan tidak bisa mengatakan apapun. Memang, mamaku tidak pernah tahu akan jurusan kuliah aku, atau kegiatan apapun yang aku lakukan, tapi ternyata diam-diam dia membanggakan aku.

Setelah menikah dan melahirkan Michael, dan aku harus bangun tiap 3 jam sekali untuk memberikannya ASI, dan itu amat melelahkan karena waktu tidurku banyak tersita, dan ketika suatu malam, aku memberinya ASI, aku memandangi Michael dan merasa betapa akupun mendapat perlakukan  yang sama ketika aku bayi.  Malam-malam sekitar pukul 1, aku menelpon mamaku,

Dengan kaget mama bertanya “ada apa?” aku menjawab “Tidak apa-apa Ma, hanya mau minta maaf dan berterima kasih karena sudah menjaga dan merawat saya.” Mama menjawab “Minta maaf kenapa? kamu baik sekali kok, dan menjaga serta merawat anak adalah kewajiban orang tua, sekarang sebagai balasannya kamu harus menjaga dan merawat anakmu.”

Sejak peristiwa itu hubungan kami menjadi lebih baik, aku mulai mengerti akan sikapnya selama ini, rasanya memang karakter kami berbeda, tapi aku mulai faham akan sikap dan pandangannya yang sebetulnya bijak dan baik, sederhana, dan menerima apa adanya, mama merasa dirinya tidak bisa bersekolah tinggi karena waktu kecil juga terhimpit kesulitan ekonomi, dan aku yang penuh ambisi untuk melakukan ini itu.Aku mulai mengerti apakah gunanya  pengungkapan cinta dengan  menuntut suatu pernyataan lisan yang sebetulnya tidak penting. Rasanya tidak adil, dan prasangka bahwa mama lebih mencintai adik laki-lakiku adalah pikiranku sendiri yang selama ini membelenggu pikiranku.

Setelah Sharen lahir dan mulai besar, aku sering merasa kesulitan menghadapinya, dengan sikap yang aku anggap keras kepala dan selalu membantah. Aku bercerita pada mama dengan berurai airmata. Mama hanya tersenyum dan mengatakan “Sharen persis dengan kamu, dan menurut mama yang tua yang mesti mengalah” Aku kaget dan sadar, jadi seperti ini posisinya ketika hubungan aku dan mama selalu ribut, Mama mengalah dan aku tetap pada kemauanku, merasa diri lebih pintar dan bisa melakukan banyak hal.

  Uluwatu, 2011, photograph by Tonina Rikin.

Aku sadar, mama tidak akan pernah membaca tulisan ini dan mama juga tidak akan pernah tahu secara lisan apa yang telah terjadi di antara kami, tetapi dengan menuliskan hal ini, aku lebih mengajari diriku sendiri untuk lebih ber”dischernment” (istilah yang digunakan oleh Romo pada kotbah pagi tadi), mencari kehendak Tuhan dalam diri saya, menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijak.

Pada Mother’s day ini, aku berdoa untuk mamaku, semoga selalu bahagia dan sehat, Tuhan selalu melindungi dan menyayangi nya seperti mama menyanyangi aku.  Hari ini , untuk pertama kali dalam hidupku, anak-anak mengajari aku bagaimana caranya mencintai mama. Aku bersyukur telah dilahirkan, dididik dan dibesarkan, oleh seorang yang amat sederhana dalam bertindak, sederhana dalam berfikir.  Semoga masih banyak waktu kebersamaan kami, memperbaiki hubungan yang kurang baik, dan ada cukup waktu untuk membahagiakan mama.

Mungkin aku berusaha menjadi ibu yang baik, tetapi aku bukan anak yang baik, unutk  membalas semua jasa dan budi baikmu yang kini aku usahakan adalah mencintai anak-anakku dengan sederhana seperti teladanmu selama ini.

Teriring salam untuk semua Mama di dunia ini, Semoga berkat Tuhan selalu menyertai para Mama. Mama yang selalu mencintai dengan sederhana, seperti kata penyair Sapardi Djoko Damono :

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Terima kasih Mama…

 
2 Comments

Posted by on May 8, 2011 in my spiritual, wisdom

 

Tags:

Kamis Putih, Mengenangkan Perjamuan Terakhir

photograph by Howardi Gozali

Misteri pertama:

Yesus membasuh kaki para Rasul-Nya.Dengan tindakan-Nya ini Yesus hendak mengajarkan kepada kita untuk melayani sesama dengan rendah hati.

photograph by Valeria Vanessa

Misteri kedua

Yesus bersabda bahwa kita harus saling mengasihi seperti Ia telah mengasihi kita.Kasih adalah inti dasar dari pengajaran iman Kristiani.

photograph by Howardi Gozali

Misteri ke tiga

Misteri ke tiga yang merupakan rahmat terbesar dari semua rahmat yang telah Yesus berikan kepada kita, ialah Perayaan Ekaristi, yaitu  menerima Tubuh, Darah, Jiwa serta Ke-Allahan Yesus dalam Komuni Kudus
Perayaan Ekaristi Kamis Putih diadakan Hari Kamis, yaitu hari  sebelum Jumat Agung, biasa di lakukan Misa untuk mengenangkan Perjamuan terakhir Yesus dengan para murid-Nya. Pada Hari Kamis Putih, gereja secara khusus mengenangkan lima Misteri Iman:

Photograph by Sharen Adeline

photograph by Sharen Adeline

Misteri ke empat

Yesus juga meletakkan dasar Sakramen Imamat. Yesus memilih para rasul-Nya sebagai imam-imam dan uskup-uskup pertama, serta memberi mereka kuasa untuk mempersembahkan kurban misa.
Sabda Yesus :
“Terimalah  dan makanlah, inilah Tubuh-Ku yang dikorbankan bagimu”. 
 ““ Terimalah dan minumlah inilah piala darah-Ku. Darah perjanjian Baru dan Kekal yang ditumlahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa, Kenangkanlah Aku dengan merayakan peristiwa ini. “

konsekrasi, Photograph by Howardi G

Misteri ke lima

Kita mengenangkan Yesus saat berdoa  di Taman Getsemani, sebelum Ia di serahkan, di mana Ia meneteskan butir-butir keringat darah dari Darah-Nya sementara Ia berdoa. Yesus mengajak kita untuk berjaga-jaga dan berdoa.

photograph by Rusbani Setyawan


Bacaan:

Pada Misa Kamis Putih ada Bacaan dari Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Injil,
Dalam Bacaan Pertama,  kita membaca tentang  Perayaan Paskah bangsa Yahudi, yang merupakan pembebasan dari perbudakaan di Mesir.
Bacaan Kedua  kita membaca Surat Rasul  Paulus tentang makna Ekaristi.

Dan dalam Injil Yohanes malam ini kita melihat Yesus berlutut di depan para murid-Nya untuk melayani mereka.

Kasih adalah pelayanan rendah hati kepada sesama tanpa perbedaan. Sebelum menyerahkan diri dalam tubuh dan darah-Nya, Yesus berlutut di depan murid-murid-Nya untuk membasuh kaki mereka.

photograph by Taufik Winardi

Ekaristi adalah suatu perjamuan dan perwujudan kembali karya agung penyelamatan, yang dilakukan Allah abad demi abad tanpa henti sampai sekarang. Bangsa Yahudi merayakan Paskah untuk mengenangkan pembebasaan mereka dari Mesir, sedangkan kita merayakan Paskah untuk mengenangkan pembebasan kita dari belenggu dosa dan maut.

“Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum piala ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”

Dengan demikian Ekaristi adalah suatu kenangan nyata akan kematian Kristus, Kita memuliakan kebangkitanNya dan  kerinduan atas  kedatangan-Nya kembali.

Dengan demikian Ekaristi mengingatkan kita akan kasih Kristus kepada kita.

Ekaristi adalah  sungguh suatu kenangan dan aktualisasi (anamnesis) akan pertemuan antara Allah dan manusia. Dalam surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus, kita diingatkan akan Yesus yang mengorbankan diri-Nya bagi kita.

'Konsekrasi"

" Konsekrasi" photograph by Taufi Winardi

Menerima Ekaristi berarti meneguhkan dan memperbesar harapan kita untuk selalu bersatu sepenuhnya dengan Dia. dan bukri akan kehadiran Kristus, yaitu roti dan anggur, berkat karya Roh Kudus, sungguh menjadi Tubuh dan Darah Kristus, yang memberikan diri-Nya sebagai makanan dan minuman kepada kita selama perjalanan hidup di dunia sekarang ini. Agar kita tetap setia bersatu dengan Dia, Yesus berkata:

“Perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku!” 

Pada  perjamuan malam terakhir Yesus juga membasuh kaki murid-muridNya, dan  Yesus berkata :

“Kamu adalah bersih”.

Kebersihan atau kemurnian sejati adalah anugerah Allah.  Manusia tidak dapat memurnikan diri di hadapan Allah, dengan cara atau usaha manusia sendiri  Dalam ucapan pendek Yesus itu terungkaplah kebesaran misteri Kristus sendiri. Artinya dalam diri Yesus Allah sendiri mau turun datang ke dunia untuk membersihkan / memurnikan kita.  Kemurnian adalah suatu pahala Tuhan, Hal ini dibarengi dengan perintah kepada kita yaitu:

 ” Kalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, kamupun harus membasuh kaki satu sama lain. Aku memberi teladan kepadamu, supaya kamu berbuat seperti tadi Kuperbuat kepadamu”.

Inilah pada hakikatnya pengertian atau makna moral agama kristiani sejati, meneladani sikap rendah hati  Yesus dan mau melayani sesama.

Dengan menerima Ekaristi dengan sungguh-sungguh, kita menghayati teladan Yesus dalam hidup dan perbuatan-Nya di tengah sesama kita. Yesus dalam segenap hidup dan perbuatan-Nya telah menunjukkan diri-Nya kepada kita sebagai utusan yang  mau melayani, yang mau menanggung beban kita, dan memberikan kemurnian di dalam hati kita.

Photograph by Howardi Gozali

Setelah Misa berakhir, Sakramen Maha Kudus, yaitu Yesus Sendiri, diarak secara khidmat menuju tempat pentakhtaan-Nya. Altar dibersihkan dan  Tabernakel dibiarkan terbuka.

photograph by Howardi Gozali

Photograph by Sharen Adeline

Photograph by Howardi Gozali

Upacara biasa dilanjutkan dengan  Tuguran  di hadapan Sakramen Mahakudus.

Tuguran ialah suatu tindakan menemani Yesus ketika berdoa di taman Getsemani.  Perintah Yesus kepada para murid-Nya :

” Berjaga-jaga dan berdoalah, Roh memang penurut tetapi daging lemah”

photograph by Howardi Gozali

Tuguran adalah doa pribadi yang diadakan dalam keheningan dan diisi dengan doa-doa pribadi,menghayati dan menemani pergumulan Yesus pada malam sebelum Ia diserahkan.

Kamis Putih sebagai rangkaian dari Trihari Suci, sarat akan makna, banyak Misteri yang kita rayakan dan semoga  kita akan makin mencintai Ekaristi sebagai lambang perutusan kita.

Berikut ini adalah photoslide dari Perayaan Ekaristi Kamis Putih Anak Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Buah Batu Bandung, dengan Imam R.D. B. Jumiyana, koor Ucellini, tanggal 21 April 2011. Anak-anak dan umat mengikuti dengan khidmat, ditutup dengan Perarakan Sakramen Maha Kudus,

http://www.youtube.com/watch?v=QGbFQf26zsk

  • Sumber  www.indocell.net/yesaya/id649 kamis putih.htm.
  •  Foto Taman Getsemani, di ambil di Israel tahun 2009
  • Foto  lain diambil di gereja Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Bandung, pada Hari Kamis, 21 April 2011.
  • Terimakasih untuk Howardi Gozali, Sharen Adeline, Taufik Winardi, Valeria Vanessa, dan Rusbani Setyawan untuk foto-fotonya.
 

Tags: , , ,