RSS

Category Archives: christianity

Image

House of Virgin Mary

House of Virgin Mary
Statue of the Blessed Virgin Mary in her house exterior.

Statue of the Blessed Virgin Mary in her house exterior.

The House of the Virgin (Meryemana in Turkish), located in a nature park between Ephesus and Seljuk, is believed to be the last residence of the Virgin Mary, mother of Jesus. The peaceful site is sacred to both Catholics  and Muslims, (Muslims also believe in the virgin birth and honor Mary as the mother of the Prophet Jesus and given the emphasis placed on the Virgin Mary in the Qur’an.) and is visited by many tourists and pilgrims.

Catholic tradition associates Mary with Ephesus because at the time of his death, Jesus put Mary in the care of John, who then spent many years spreading Christianity in this region. 

The house was discovered in the 19th century by following the descriptions in the reported visions of Blessed Anne Catherine Emmerich (1774–1824), a Roman Catholic nun and visionary, which were published as a book by Clemens Brentano  after her death, Following the book’s publication, ruins of a house were discovered at the present site and declared to be the house where Mary had lived the final years of her life. Known as the Panaya Kapula (‘Doorway to the Virgin’), the site has been a much venerated pilgrimage destination since the late 1880

The shrine itself is not extensively large, but may rather be described as a modest chapel. Upon entrance to the chapel, a pilgrim is met by one single large room where an altar along with a large statue of the Blessed Virgin Mary is prominently displayed in the center. The small, T-shaped stone building consists of a bedroom on the right side — traditionally associated with the actual room where the Virgin Mary is believed to have slept, and a kitchen (on the left). The interior is kept simple and austere, fitted only with an altar, images of Mary and candles.

Some visitors choose to kneel in front of the alter instead. The alter has a small statue of Mary surrounded by colourful bouquets of flowers. Photography is not allowed inside the chapel.

Photo © Ephesus Guide.

Photo © Ephesus Guide.

Photo © Ephesus Guide.

Photo © Ephesus Guide.

 DSC_7985-2

DSC_4433

DSC_7989

The spring  is found at the exit of the church , a rather salt water, and can be drunk and is believed to have miraculous powers of healing or fertility, and many miracles have been reported. Inside the house are crutches and canes said to be left behind by those who were healed by the sacred spring.

DSC_7995

The most amazing was the  wishing wall which pilgrims have used by tying their personal intension on thousands of scraps of paper or fabric, and photos


DSC_7979

A liturgical ceremony is held here each year on August 15, Catholics and Muslims gather at the shrine to commemorate the Assumption of Mary.

 The Roman Catholic Church has never pronounced on the authenticity of the house, for lack of scientifically acceptable evidence. It has, however, from the blessing of the first pilgrimage by Pop Leo XIII in 1896, taken a positive attitude towards the site. Pope Pius XII in 1951, following the definition of the dogma of the Assumption in 1950, elevated the house to the status of a holy place, a privilege later made permanent by Pope John XXIII, and the most recent in 2006 by Pope Benedict XVI

Photo © Ephesus Guide.

Photo © Ephesus Guide.

 

Tags: , , , , , ,

Misa Syukur Anak, July 2011

Photograph by Sharen Adeline

Misa Syukur Anak

Setelah menikmati libur panjang kenaikan kelas, anak-anak mulai memasuki tahun ajaran baru di sekolahnya masing-masing. Untuk membekali anak-anak dengan semangat dan niat yang baru, maka pada perayaan Ekaristi hari Minggu tgl. 24 Juli 2011 misa kedua jam 08.15 dengan intensi khusus untuk bersyukur atas banyak rahmat yang telah diterima selama tahun ajaran lama, dan mohon berkat Tuhan untuk memasuki tahun ajaran baru.

Perayaan Ekaristi dengan intensi khusus pembukaan tahun ajaran baru menjadi tradisi gereja HTBSPM untuk memberi perhatian khusus bagi anak-anak dalam memperbaharui niat dan semangat belajar lebih tekun.

Perayaan Ekaristi terasa meriah berkat koor dari Bina Iman Anak. Suasana semakin meriah karena adanya parodi “Sangkuriang dan Putri Barbie” karya Niken S, yang dimainkan oleh Bina Iman Remaja Buah Batu (Bambu) , inti dari parodi adalah agar anak-anak tidak mudah menyerah ketika menemui kesulitan dan tetap berusaha untuk terus mengejar cita-cita.

Dalam doa persembahan, anak-anak mempersembahkan niat baik untuk belajar dengan rajin dan tekun, dalam menghadapi tahun ajaran baru ini, dan anak-anak bersyukur bahwa dalam perayaan ekaristi ini anak-anak mendapat berkat khusus yang menjadi sumber kekuatan dalam menjalani satu tahun mendatang.

Setelah misa di bagikan tempat pinsil dan pembatas buku disertai tulisan untuk mengingatkan untuk belajar lebih tekun. Saya melihat ada beberapa anak yang menyalakan lilin dan berdoa secara khusus di depan patung bunda Maria, saya seperti diingatkan untuk menambahkan doa salam Maria pada misa tahun yang akan datang.

Anak-anak selalu menjadi sumber inspirasi kita dan tumpuan harapan orang tua untuk tumbuh menjadi baik dan takut akan Tuhan,semoga melalui perayaan ekaristi dengan intensi khusus untuk anak-anak ini dapat mempertebal keimanan dan kepasarahan pada penyertaan Tuhan.

Flora Rikin
Koordinator BIA
Artikel majalah Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria Bandung, Agustus 2011

Photograph by Michael Gunawan

Photograph by Michael Gunawan

Photograph by Michael Gunawan

Photograph by Michael Gunawan

Photograph by Michael Gunawan

Photograph by Michael Gunawan

Photograph by Michael Gunawan

Photograph by Michael Gunawan

 

Tags: , , ,

Kamis Putih, Mengenangkan Perjamuan Terakhir

photograph by Howardi Gozali

Misteri pertama:

Yesus membasuh kaki para Rasul-Nya.Dengan tindakan-Nya ini Yesus hendak mengajarkan kepada kita untuk melayani sesama dengan rendah hati.

photograph by Valeria Vanessa

Misteri kedua

Yesus bersabda bahwa kita harus saling mengasihi seperti Ia telah mengasihi kita.Kasih adalah inti dasar dari pengajaran iman Kristiani.

photograph by Howardi Gozali

Misteri ke tiga

Misteri ke tiga yang merupakan rahmat terbesar dari semua rahmat yang telah Yesus berikan kepada kita, ialah Perayaan Ekaristi, yaitu  menerima Tubuh, Darah, Jiwa serta Ke-Allahan Yesus dalam Komuni Kudus
Perayaan Ekaristi Kamis Putih diadakan Hari Kamis, yaitu hari  sebelum Jumat Agung, biasa di lakukan Misa untuk mengenangkan Perjamuan terakhir Yesus dengan para murid-Nya. Pada Hari Kamis Putih, gereja secara khusus mengenangkan lima Misteri Iman:

Photograph by Sharen Adeline

photograph by Sharen Adeline

Misteri ke empat

Yesus juga meletakkan dasar Sakramen Imamat. Yesus memilih para rasul-Nya sebagai imam-imam dan uskup-uskup pertama, serta memberi mereka kuasa untuk mempersembahkan kurban misa.
Sabda Yesus :
“Terimalah  dan makanlah, inilah Tubuh-Ku yang dikorbankan bagimu”. 
 ““ Terimalah dan minumlah inilah piala darah-Ku. Darah perjanjian Baru dan Kekal yang ditumlahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa, Kenangkanlah Aku dengan merayakan peristiwa ini. “

konsekrasi, Photograph by Howardi G

Misteri ke lima

Kita mengenangkan Yesus saat berdoa  di Taman Getsemani, sebelum Ia di serahkan, di mana Ia meneteskan butir-butir keringat darah dari Darah-Nya sementara Ia berdoa. Yesus mengajak kita untuk berjaga-jaga dan berdoa.

photograph by Rusbani Setyawan


Bacaan:

Pada Misa Kamis Putih ada Bacaan dari Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Injil,
Dalam Bacaan Pertama,  kita membaca tentang  Perayaan Paskah bangsa Yahudi, yang merupakan pembebasan dari perbudakaan di Mesir.
Bacaan Kedua  kita membaca Surat Rasul  Paulus tentang makna Ekaristi.

Dan dalam Injil Yohanes malam ini kita melihat Yesus berlutut di depan para murid-Nya untuk melayani mereka.

Kasih adalah pelayanan rendah hati kepada sesama tanpa perbedaan. Sebelum menyerahkan diri dalam tubuh dan darah-Nya, Yesus berlutut di depan murid-murid-Nya untuk membasuh kaki mereka.

photograph by Taufik Winardi

Ekaristi adalah suatu perjamuan dan perwujudan kembali karya agung penyelamatan, yang dilakukan Allah abad demi abad tanpa henti sampai sekarang. Bangsa Yahudi merayakan Paskah untuk mengenangkan pembebasaan mereka dari Mesir, sedangkan kita merayakan Paskah untuk mengenangkan pembebasan kita dari belenggu dosa dan maut.

“Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum piala ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”

Dengan demikian Ekaristi adalah suatu kenangan nyata akan kematian Kristus, Kita memuliakan kebangkitanNya dan  kerinduan atas  kedatangan-Nya kembali.

Dengan demikian Ekaristi mengingatkan kita akan kasih Kristus kepada kita.

Ekaristi adalah  sungguh suatu kenangan dan aktualisasi (anamnesis) akan pertemuan antara Allah dan manusia. Dalam surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus, kita diingatkan akan Yesus yang mengorbankan diri-Nya bagi kita.

'Konsekrasi"

" Konsekrasi" photograph by Taufi Winardi

Menerima Ekaristi berarti meneguhkan dan memperbesar harapan kita untuk selalu bersatu sepenuhnya dengan Dia. dan bukri akan kehadiran Kristus, yaitu roti dan anggur, berkat karya Roh Kudus, sungguh menjadi Tubuh dan Darah Kristus, yang memberikan diri-Nya sebagai makanan dan minuman kepada kita selama perjalanan hidup di dunia sekarang ini. Agar kita tetap setia bersatu dengan Dia, Yesus berkata:

“Perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku!” 

Pada  perjamuan malam terakhir Yesus juga membasuh kaki murid-muridNya, dan  Yesus berkata :

“Kamu adalah bersih”.

Kebersihan atau kemurnian sejati adalah anugerah Allah.  Manusia tidak dapat memurnikan diri di hadapan Allah, dengan cara atau usaha manusia sendiri  Dalam ucapan pendek Yesus itu terungkaplah kebesaran misteri Kristus sendiri. Artinya dalam diri Yesus Allah sendiri mau turun datang ke dunia untuk membersihkan / memurnikan kita.  Kemurnian adalah suatu pahala Tuhan, Hal ini dibarengi dengan perintah kepada kita yaitu:

 ” Kalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, kamupun harus membasuh kaki satu sama lain. Aku memberi teladan kepadamu, supaya kamu berbuat seperti tadi Kuperbuat kepadamu”.

Inilah pada hakikatnya pengertian atau makna moral agama kristiani sejati, meneladani sikap rendah hati  Yesus dan mau melayani sesama.

Dengan menerima Ekaristi dengan sungguh-sungguh, kita menghayati teladan Yesus dalam hidup dan perbuatan-Nya di tengah sesama kita. Yesus dalam segenap hidup dan perbuatan-Nya telah menunjukkan diri-Nya kepada kita sebagai utusan yang  mau melayani, yang mau menanggung beban kita, dan memberikan kemurnian di dalam hati kita.

Photograph by Howardi Gozali

Setelah Misa berakhir, Sakramen Maha Kudus, yaitu Yesus Sendiri, diarak secara khidmat menuju tempat pentakhtaan-Nya. Altar dibersihkan dan  Tabernakel dibiarkan terbuka.

photograph by Howardi Gozali

Photograph by Sharen Adeline

Photograph by Howardi Gozali

Upacara biasa dilanjutkan dengan  Tuguran  di hadapan Sakramen Mahakudus.

Tuguran ialah suatu tindakan menemani Yesus ketika berdoa di taman Getsemani.  Perintah Yesus kepada para murid-Nya :

” Berjaga-jaga dan berdoalah, Roh memang penurut tetapi daging lemah”

photograph by Howardi Gozali

Tuguran adalah doa pribadi yang diadakan dalam keheningan dan diisi dengan doa-doa pribadi,menghayati dan menemani pergumulan Yesus pada malam sebelum Ia diserahkan.

Kamis Putih sebagai rangkaian dari Trihari Suci, sarat akan makna, banyak Misteri yang kita rayakan dan semoga  kita akan makin mencintai Ekaristi sebagai lambang perutusan kita.

Berikut ini adalah photoslide dari Perayaan Ekaristi Kamis Putih Anak Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Buah Batu Bandung, dengan Imam R.D. B. Jumiyana, koor Ucellini, tanggal 21 April 2011. Anak-anak dan umat mengikuti dengan khidmat, ditutup dengan Perarakan Sakramen Maha Kudus,

http://www.youtube.com/watch?v=QGbFQf26zsk

  • Sumber  www.indocell.net/yesaya/id649 kamis putih.htm.
  •  Foto Taman Getsemani, di ambil di Israel tahun 2009
  • Foto  lain diambil di gereja Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Bandung, pada Hari Kamis, 21 April 2011.
  • Terimakasih untuk Howardi Gozali, Sharen Adeline, Taufik Winardi, Valeria Vanessa, dan Rusbani Setyawan untuk foto-fotonya.
 

Tags: , , ,

Aksi Pra Paskah Bina Iman Anak HTBSPM Buah Batu Bandung

Berbagi adalah Misi yang diemban gereja sejak dahulu. Kita berbagi dan peduli dan memperhatikan sesama kita yang berkekurangan.

Dengan alasan itulah maka pada masa Pra Paskah tahun 2011 ini, anak-anak Bina Iman diajak  untuk menabung. bukan semata-mata untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin, tetapi menghayati arti berhemat dengan belajar menahan diri untuk menyisihkan sebagian uang yang biasa digunakan untuk jajan, untuk di tabung dan diserahkan sebagi Aksi Puasa Pembangunan Anak-anak BIA HTBSPM Buah Batu Bandung.

Memasuki masa Pra Paskah, anak-anak dibagikan celengan berbentuk strawberry yang telah di cat dan diberi nama.  di beri pesan untuk mengurangi jajan mereka terutama di hari  Rabu dan Jumat sebagai hari wajib untuk berpantang dan puasa

Bagi anak-anak ini mungkin sulit dilakukan dengan uang jajan yang mereka terima dan gunakan sehari-hari, tetapi ini bisa dilakukan dalam pembelajaran mereka. Kadang-kadang kita malas untuk menyisihkan sebagian uang yang kita dapat apalagi untuk diberikan kepada orang lain. Tetapi kakak-kakak pembina menyemangati mereka dengan mengatakan bahwa anak-anak akan bisa melaksanakannya.

Hari ini, anak-anak diminta untuk mengumpulkan celengan tersebut, memang tidak semua anak membawa, mungkin hanya sekitar 50 persen, tetapi kami yakin  anak-anak  melaksanakan dengan sepenuh hati.

Seluruh pembina, terutama saya, sebagai koordinator BIA  merasa bangga dengan anak-anak BIA ini, di usia mereka yang masih muda, mereka dengan rela menyerahkan tabungan mereka untuk orang-orang yang tidak mereka kenal yang nasibnya kurang beruntung di banding mereka.

Kadang-kadang saya sebagai orang dewasa malas sekali untuk menabung apalagi untuk diberikan kepada orang lain yang tidak kita kenal. akan lebih mudah bila kita memberikan secara langsung dari apa yang kita miliki, tetapi hari ini, saya belajar kerelaan dari anak-anak BIA. Rela dan mau berkorban untuk orang lain.

Tuhan telah mengajar saya melalui anak-anak yang murni hatinya, , untuk lebih peduli, untuk lebih mau berbagi dan terutama, untuk  lebih mencintai Tuhan dan sesama.

Have a blessed day ….

 

Tags: