RSS

Category Archives: focus on bible

Kamis Putih, Mengenangkan Perjamuan Terakhir

photograph by Howardi Gozali

Misteri pertama:

Yesus membasuh kaki para Rasul-Nya.Dengan tindakan-Nya ini Yesus hendak mengajarkan kepada kita untuk melayani sesama dengan rendah hati.

photograph by Valeria Vanessa

Misteri kedua

Yesus bersabda bahwa kita harus saling mengasihi seperti Ia telah mengasihi kita.Kasih adalah inti dasar dari pengajaran iman Kristiani.

photograph by Howardi Gozali

Misteri ke tiga

Misteri ke tiga yang merupakan rahmat terbesar dari semua rahmat yang telah Yesus berikan kepada kita, ialah Perayaan Ekaristi, yaitu  menerima Tubuh, Darah, Jiwa serta Ke-Allahan Yesus dalam Komuni Kudus
Perayaan Ekaristi Kamis Putih diadakan Hari Kamis, yaitu hari  sebelum Jumat Agung, biasa di lakukan Misa untuk mengenangkan Perjamuan terakhir Yesus dengan para murid-Nya. Pada Hari Kamis Putih, gereja secara khusus mengenangkan lima Misteri Iman:

Photograph by Sharen Adeline

photograph by Sharen Adeline

Misteri ke empat

Yesus juga meletakkan dasar Sakramen Imamat. Yesus memilih para rasul-Nya sebagai imam-imam dan uskup-uskup pertama, serta memberi mereka kuasa untuk mempersembahkan kurban misa.
Sabda Yesus :
“Terimalah  dan makanlah, inilah Tubuh-Ku yang dikorbankan bagimu”. 
 ““ Terimalah dan minumlah inilah piala darah-Ku. Darah perjanjian Baru dan Kekal yang ditumlahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa, Kenangkanlah Aku dengan merayakan peristiwa ini. “

konsekrasi, Photograph by Howardi G

Misteri ke lima

Kita mengenangkan Yesus saat berdoa  di Taman Getsemani, sebelum Ia di serahkan, di mana Ia meneteskan butir-butir keringat darah dari Darah-Nya sementara Ia berdoa. Yesus mengajak kita untuk berjaga-jaga dan berdoa.

photograph by Rusbani Setyawan


Bacaan:

Pada Misa Kamis Putih ada Bacaan dari Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Injil,
Dalam Bacaan Pertama,  kita membaca tentang  Perayaan Paskah bangsa Yahudi, yang merupakan pembebasan dari perbudakaan di Mesir.
Bacaan Kedua  kita membaca Surat Rasul  Paulus tentang makna Ekaristi.

Dan dalam Injil Yohanes malam ini kita melihat Yesus berlutut di depan para murid-Nya untuk melayani mereka.

Kasih adalah pelayanan rendah hati kepada sesama tanpa perbedaan. Sebelum menyerahkan diri dalam tubuh dan darah-Nya, Yesus berlutut di depan murid-murid-Nya untuk membasuh kaki mereka.

photograph by Taufik Winardi

Ekaristi adalah suatu perjamuan dan perwujudan kembali karya agung penyelamatan, yang dilakukan Allah abad demi abad tanpa henti sampai sekarang. Bangsa Yahudi merayakan Paskah untuk mengenangkan pembebasaan mereka dari Mesir, sedangkan kita merayakan Paskah untuk mengenangkan pembebasan kita dari belenggu dosa dan maut.

“Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum piala ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”

Dengan demikian Ekaristi adalah suatu kenangan nyata akan kematian Kristus, Kita memuliakan kebangkitanNya dan  kerinduan atas  kedatangan-Nya kembali.

Dengan demikian Ekaristi mengingatkan kita akan kasih Kristus kepada kita.

Ekaristi adalah  sungguh suatu kenangan dan aktualisasi (anamnesis) akan pertemuan antara Allah dan manusia. Dalam surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus, kita diingatkan akan Yesus yang mengorbankan diri-Nya bagi kita.

'Konsekrasi"

" Konsekrasi" photograph by Taufi Winardi

Menerima Ekaristi berarti meneguhkan dan memperbesar harapan kita untuk selalu bersatu sepenuhnya dengan Dia. dan bukri akan kehadiran Kristus, yaitu roti dan anggur, berkat karya Roh Kudus, sungguh menjadi Tubuh dan Darah Kristus, yang memberikan diri-Nya sebagai makanan dan minuman kepada kita selama perjalanan hidup di dunia sekarang ini. Agar kita tetap setia bersatu dengan Dia, Yesus berkata:

“Perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku!” 

Pada  perjamuan malam terakhir Yesus juga membasuh kaki murid-muridNya, dan  Yesus berkata :

“Kamu adalah bersih”.

Kebersihan atau kemurnian sejati adalah anugerah Allah.  Manusia tidak dapat memurnikan diri di hadapan Allah, dengan cara atau usaha manusia sendiri  Dalam ucapan pendek Yesus itu terungkaplah kebesaran misteri Kristus sendiri. Artinya dalam diri Yesus Allah sendiri mau turun datang ke dunia untuk membersihkan / memurnikan kita.  Kemurnian adalah suatu pahala Tuhan, Hal ini dibarengi dengan perintah kepada kita yaitu:

 ” Kalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, kamupun harus membasuh kaki satu sama lain. Aku memberi teladan kepadamu, supaya kamu berbuat seperti tadi Kuperbuat kepadamu”.

Inilah pada hakikatnya pengertian atau makna moral agama kristiani sejati, meneladani sikap rendah hati  Yesus dan mau melayani sesama.

Dengan menerima Ekaristi dengan sungguh-sungguh, kita menghayati teladan Yesus dalam hidup dan perbuatan-Nya di tengah sesama kita. Yesus dalam segenap hidup dan perbuatan-Nya telah menunjukkan diri-Nya kepada kita sebagai utusan yang  mau melayani, yang mau menanggung beban kita, dan memberikan kemurnian di dalam hati kita.

Photograph by Howardi Gozali

Setelah Misa berakhir, Sakramen Maha Kudus, yaitu Yesus Sendiri, diarak secara khidmat menuju tempat pentakhtaan-Nya. Altar dibersihkan dan  Tabernakel dibiarkan terbuka.

photograph by Howardi Gozali

Photograph by Sharen Adeline

Photograph by Howardi Gozali

Upacara biasa dilanjutkan dengan  Tuguran  di hadapan Sakramen Mahakudus.

Tuguran ialah suatu tindakan menemani Yesus ketika berdoa di taman Getsemani.  Perintah Yesus kepada para murid-Nya :

” Berjaga-jaga dan berdoalah, Roh memang penurut tetapi daging lemah”

photograph by Howardi Gozali

Tuguran adalah doa pribadi yang diadakan dalam keheningan dan diisi dengan doa-doa pribadi,menghayati dan menemani pergumulan Yesus pada malam sebelum Ia diserahkan.

Kamis Putih sebagai rangkaian dari Trihari Suci, sarat akan makna, banyak Misteri yang kita rayakan dan semoga  kita akan makin mencintai Ekaristi sebagai lambang perutusan kita.

Berikut ini adalah photoslide dari Perayaan Ekaristi Kamis Putih Anak Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Buah Batu Bandung, dengan Imam R.D. B. Jumiyana, koor Ucellini, tanggal 21 April 2011. Anak-anak dan umat mengikuti dengan khidmat, ditutup dengan Perarakan Sakramen Maha Kudus,

http://www.youtube.com/watch?v=QGbFQf26zsk

  • Sumber  www.indocell.net/yesaya/id649 kamis putih.htm.
  •  Foto Taman Getsemani, di ambil di Israel tahun 2009
  • Foto  lain diambil di gereja Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, Bandung, pada Hari Kamis, 21 April 2011.
  • Terimakasih untuk Howardi Gozali, Sharen Adeline, Taufik Winardi, Valeria Vanessa, dan Rusbani Setyawan untuk foto-fotonya.
Advertisements
 

Tags: , , ,

HOPE


“Put your hope in God and wait expectantly for Him, for I shall yet praise Him, my Help and my God” Psalm 42:5 AMP

Saya mengikuti Hunting memotret  dengan tema berburu kabut di Gunung Halimun, ‘the art of seeing’, bersama Premium Mentoring Series. Keberangkatan ke pintu gerbang Taman Nasional Gunung Halimun Salak dari Jakarta dan  peserta harus berkumpul pukul 05.30 pagi, maka saya melakukan perjalanan dari Bandung sejak pukul 02.15. Tiba di tempat berkumpul pukul 04.30, saya masih sempat tidur beberapa menit di tempat parkir, saat banyak peserta sudah berkumpul, saya akan menurunkan barang dari mobil, dan ternyata… tas kamera beserta semua perlengkapan saya ketinggalan di Bandung…… ini adalah hal yang terbodoh yang saya lakukan dalam hidup saya.dan terjadi karena kecerobohan saya tidak melakukan checking, dan pilihannya adalah tetap berangkat tanpa membawa kamera, dan mbak Sulikati menjamin bahwa panitia akan memberi saya pinjaman kamera, atau balik lagi mengambil kamera lalu menyusul di meeting point, atau batal ikut.

Saya memilih option ke dua, untuk balik dan menyusul, tentu saja hal ini memerlukan perjuangan keras karena harus menempuh perjalanan ke Bandung, lalu ke Leuwi Liang, Bogor.  Sikap postif yang ditunjukan Bang Rony Ginting, sebagai koordinator adalah memberi kesempatan agar saya melakukan karena secara perhitungan waktu memungkinkan tentu saja dengan mengabaikan semua kendala termasuk kemacetan dll Bang Rony memberikan koordinat meeting point di GPS dan berharap saya bisa mengejar waktu dan ikut bergabung.

Akhir kata, dengan usaha keras, kesulitan bisa diatasi dan saya bisa bergabung dengan grup hunting, walaupun peserta lain harus berkorban dengan sabar menunggu.  Pengalaman yang luar biasa saya alami , , berkenalan dangan teman-teman baru yang lebih berpengalaman dalam photography, mendapat pemandangan yang luar biasa, dan sedikit memahami kehidupan para pekerja kebun teh. 3 hari yang menyenangkan.

Anak di tempat penitipan

Nenek sudah menetap 40 tahun di perkebunan


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan pengalaman ini, saya percaya jika semua usaha di arahkan dengan pikiran positif akan menghasilkan sesuatu yang baik, tentu saja dengan memperhitungkan segala kemungkinan, tetapi jika hanya berhenti pada kata …. ‘kayaknya susah deh’… atau ‘kayaknya ga mungkin…‘ Akan jauh lebih baik bila kita berpikir ‘ kayaknya sulit, tapi sebaiknya kita coba dulu‘ , saya tidak mau menyerah sebelum ada usaha yang dilakukan, kemudian… do your best….

‘Jangan menyerah sebelum usaha maksimal dilakukan,  dan pada Tuhan lah semua harapan ditujukan, dan saya amat yakin Tuhan akan memberikan apa yang terbaik untuk saya, jika tidak sesuai dengan harapan saya maka itulah yang terbaik untuk saya.

‘And whatever you do, whether in word or deed, do it all in the name of the Lord Jesus, giving thanks to God the Father through Him‘ Colosian 3:17

 
4 Comments

Posted by on March 29, 2011 in focus on bible, Spiritual life

 

Tags: , ,